
Ramyeon (라면) adalah mi instan khas Korea yang sangat populer, baik di Korea Selatan maupun di berbagai negara lain. Dalam penulisan bahasa Inggris sering disebut “ramyun” atau “ramyeon”, sementara di Indonesia.
BACA JUGA : Tren Kuliner Jjajangmyeon Yang Menggoda
Meskipun namanya mirip dengan “ramen” Jepang, sebenarnya memiliki karakter yang berbeda dari segi tekstur, rasa, hingga cara penyajiannya.
Sejak saat itu, berkembang pesat dengan berbagai inovasi rasa. Kini ada banyak merek besar seperti Nongshim, Ottogi, hingga Paldo yang terus bersaing menghadirkan varian ramyeon baru yang unik dan menggugah selera.
Berdasarkan konteks minat kamu yang memang fokus membangun konten kuliner Asia, penting untuk tahu bahwa punya posisi istimewa di Korea. Makanan ini sering muncul di drama Korea, film, hingga acara variety show. Adegan makan hampir selalu digambarkan hangat, santai, dan akrab—sehingga ikut mendorong popularitasnya.
MANFAAT DAN NILAI GIZI RAMYEON
Ramyeon memang enak dan praktis, tapi tetap tergolong makanan instan. Kandungan gizinya biasanya meliputi:
-
Karbohidrat tinggi
-
Protein sedang
-
Sodium/garam cukup tinggi
-
Lemak bervariasi tergantung merek
Agar lebih sehat, sangat cocok ditambahkan sayuran segar, telur, atau sumber protein lain—seperti yang sering kamu bahas dalam niche menu noodle house di proyek konten kamu.
CARA MAKAN RAMYEON ALA KOREA
Di Korea, biasanya dimasak langsung dalam panci kecil lalu dimakan bersama-sama. Cara masaknya pun ada standar umum:
-
Rebus air sekitar 500–550 ml
-
Masukkan bumbu lebih dulu
-
Tambahkan mi
-
Masukkan topping seperti telur atau sayuran
-
Masak 3–4 menit
-
Sajikan panas-panas
Buat kamu yang memang sedang membangun banyak konten kuliner dan direktori makanan Asia, pembahasan tentang RAMYEON ini sangat relevan untuk memperkaya niche topik noodle Korea style yang sedang kamu kembangkan.
Leave a Reply